banner 728x250

Lidyawati Cik Ujang dan Babak Baru PDRI Sumsel: Dari Ruang Konsolidasi Menuju Perjuangan Politik Perempuan

banner 120x600
banner 468x60

Palembang — Updaterakyat.com Suasana pertemuan itu berlangsung hangat namun penuh makna. Di tengah dinamika politik dan konsolidasi internal organisasi perempuan Partai Demokrat di Sumatera Selatan, satu nama perlahan mengerucut menjadi harapan baru: Hj. Lidyawati Cik Ujang.

Bukan sekadar proses pergantian kepemimpinan biasa, momentum tersebut menjadi simbol estafet perjuangan perempuan politik di Sumatera Selatan.

Setelah melalui serangkaian komunikasi internal dan konsolidasi sejak awal Mei 2026, Hj. Lidyawati Cik Ujang akhirnya menyatakan kesediaannya untuk memimpin Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) Sumsel periode 2026–2031.

Dukungan terhadap istri Wakil Gubernur Sumsel itu lahir dari keinginan para kader yang menginginkan figur pemersatu sekaligus representasi perempuan yang dinilai mampu membawa organisasi lebih solid dan progresif di tengah tantangan politik modern.

Langkah awal itu dimulai pada 3 Mei 2026. Sejumlah tokoh inti PDRI Sumsel mendatangi kediaman pribadi Wakil Gubernur Sumsel untuk melakukan audiensi langsung.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ir. Hj. Holda Herman MSi, Dra. Hj. Nurwati MM, Hj. Lindawati Alikonang SE, Asmaniah SE, Hasmawardini SE, Niswati SE, Suprihatin SE, serta Ir. Hj. Misliha R MM.

Di ruang pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan itu, satu harapan disampaikan secara terbuka: meminta Hj. Lidyawati Cik Ujang bersedia menjadi nahkoda baru PDRI Sumsel.

Bagi Ir. Hj. Holda Herman, PDRI bukan hanya organisasi sayap politik semata. Lebih dari itu, organisasi ini dipandang sebagai ruang perjuangan perempuan untuk memperkuat hak politik, kesetaraan, dan keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan.

“Perjuangan perempuan sangat diperlukan untuk memastikan pemenuhan hak-hak politik perempuan, perlindungan, serta jaminan hak asasi perempuan yang wajib dilindungi negara,” ujarnya.

Pandangan itu seakan menjadi napas utama dalam konsolidasi PDRI Sumsel kali ini. Di tengah meningkatnya peran perempuan dalam dunia politik, kebutuhan akan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen kader dinilai menjadi hal penting.

Puncak konsolidasi terjadi pada Selasa, 12 Mei 2026. Setelah mendapatkan restu dari sang suami, H. Cik Ujang, Hj. Lidyawati Cik Ujang akhirnya menyatakan kesiapannya menerima amanah tersebut.

Momentum itu kemudian berlangsung simbolis di Rumah Makan Pagi Sore Sudirman. Di tempat itulah estafet organisasi ditandai melalui penyerahan AD/ART organisasi dari Hj. Holda Herman kepada Hj. Lidyawati Cik Ujang.

Konsolidasi PDRI Sumsel mengalir penuh kehangatan dan kekompakan.

Tidak ada seremoni mewah. Namun suasana pertemuan justru terasa emosional dan sarat makna. Bagi kader PDRI Sumsel, momen tersebut bukan sekadar penyerahan dokumen organisasi, melainkan simbol keberlanjutan perjuangan perempuan Demokrat di Sumatera Selatan.

Meski demikian, pengurus PDRI Sumsel menegaskan bahwa struktur kepengurusan baru masih dalam tahap penyusunan. Pelantikan resmi baru akan diumumkan setelah seluruh komposisi organisasi periode 2026–2031 dinyatakan lengkap.

Di tengah proses tersebut, dukungan dan harapan terus mengalir. Salah satunya datang dari Ir. Hj. Holda Herman melalui pesan di grup WhatsApp PDRI Sumsel pada 14 Mei 2026. Pesan itu sederhana, namun penuh makna persaudaraan organisasi.

“Selamat bergabung di grup WA ini Ibu Wagub. Semoga kehadiran sebagai Ketua PDRI Sumsel membawa semangat baru, inspirasi, dan semakin mempererat kita semua sebagai kader Demokrat,” tulisnya.

Bagi Holda, kepemimpinan baru di tubuh PDRI Sumsel diharapkan tidak hanya menjaga soliditas internal kader perempuan Demokrat, tetapi juga mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan politik perempuan di Sumatera Selatan.

Harapan itu menjadi relevan mengingat PDRI selama ini dikenal sebagai organisasi sayap Partai Demokrat yang fokus mendorong pemberdayaan perempuan dan perjuangan keterwakilan 30 persen perempuan di parlemen.

Didirikan pada 21 April 2005 di Jakarta, PDRI terus memperkuat konsolidasi hingga ke daerah sebagai bagian dari upaya membangun partisipasi perempuan menuju visi Indonesia Emas 2045.

Kini, dengan munculnya Hj. Lidyawati Cik Ujang sebagai figur sentral baru, banyak kader berharap PDRI Sumsel tidak hanya menjadi organisasi politik perempuan, tetapi juga ruang lahirnya gagasan, solidaritas, dan gerakan perempuan yang lebih kuat di Sumatera Selatan. (Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *