Palembang — updaterakuat.com Keberadaan kabel penyedia layanan internet yang menempel pada tiang listrik milik PLN menjadi perhatian serius. Kondisi kabel yang semrawut dinilai berpotensi menimbulkan risiko keselamatan sekaligus mengganggu keandalan jaringan listrik.
Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID S2JB, Iwan Arissetyadhi, mengatakan di lapangan kerap ditemukan kabel yang bukan merupakan jaringan listrik PLN, melainkan milik penyedia layanan internet maupun jaringan lampu jalan.
Menurut dia, ketika penyedia jasa memperluas jaringan bisnis, mereka seharusnya menyiapkan infrastruktur pendukung secara mandiri, termasuk tiang penyangga.
“Dari sisi PLN, kami membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyampaikan kondisi yang dinilai tidak aman, seperti kabel menggelantung atau tiang miring. Kita punya aplikasi PLN Mobile sehingga masyarakat bisa langsung melapor,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Iwan Arissetyadhi, Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PLN UID S2JB.
Selain melalui aplikasi, laporan juga dapat disampaikan kepada humas PLN maupun petugas lapangan dan akan segera ditindaklanjuti.
Tanggung jawab provider
Iwan menegaskan setiap penyedia jasa bertanggung jawab atas jaringan yang mereka bangun. Jika ditemukan kabel provider menjuntai atau membahayakan, PLN akan menyampaikan kepada pihak terkait. Sebaliknya, penyedia jasa juga dapat melaporkan apabila terdapat kabel PLN yang bermasalah.
Ia menjelaskan, kabel tegangan menengah (TM) yang berada di bagian atas tiang umumnya berupa kabel aluminium telanjang dengan isolator kuat. Jika kabel ini terlepas atau jatuh, dampaknya dapat menyebabkan pemadaman listrik.
Sementara itu, kabel tegangan rendah (TR) yang berpilin dan berlapis pelindung relatif lebih aman. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tidak menyentuh jaringan listrik.
“Kalau tersenggol insya Allah tidak berbahaya selama tidak ada kebocoran. Tapi tetap tidak untuk dipegang,” kata dia.
Dipicu kendaraan berdimensi tinggi
Secara teknis, kabel memiliki lendutan akibat pemuaian suhu dan masih dalam batas standar keamanan. Kondisi kabel yang terlihat semrawut umumnya berasal dari kabel provider atau jaringan lampu jalan.
Di lapangan, kabel tertarik atau menjuntai kerap dipicu kendaraan berdimensi tinggi yang melintas dan menyangkut jaringan udara. Meski demikian, kabel listrik PLN dirancang memiliki elastisitas dan kekuatan teknis tertentu.
Standar tinggi tiang dan jarak jaringan
Iwan menjelaskan tinggi tiang listrik bervariasi sesuai kebutuhan jaringan. Untuk wilayah pedesaan dengan tegangan rendah, tinggi tiang sekitar 7 meter dengan sekitar 1 meter tertanam di tanah. Di wilayah perkotaan, tinggi tiang sekitar 9 meter dengan 1,5 meter tertanam, sedangkan kebutuhan khusus jaringan dapat mencapai 11–12 meter.
Jarak antar tiang juga telah ditetapkan sesuai standar, yakni 30–40 meter untuk tegangan rendah dan 45–60 meter untuk tegangan menengah 20 kV.
Tegangan rendah sebesar 220 volt digunakan langsung oleh pelanggan rumah tangga, sedangkan tegangan menengah diturunkan melalui transformator sebelum didistribusikan.
PLN siaga 24 jam
PLN mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan kondisi jaringan listrik yang dinilai tidak aman.
“Terima kasih atas informasi dari media dan masyarakat. PLN membuka akses seluas-luasnya untuk laporan kondisi yang tidak safety. Petugas kami siaga 24 jam,” ujar Iwan. (Pewarta Bro Adi)