banner 728x250

Merawat Harmoni Kota: Ormas Palembang Menolak Konflik Horizontal

banner 120x600
banner 468x60

Palembang —Updaterakyat.com
Di tengah dinamika sosial kota yang terus bergerak, menjaga harmoni bukan sekadar wacana, melainkan tanggung jawab bersama. Kesadaran itulah yang menggerakkan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Palembang untuk duduk bersama, merajut komitmen, dan menegaskan satu sikap: tidak ada ruang bagi konflik horizontal.

Ketua Paguyuban Masyarakat Sumsel Bersatu (PMPB) Sumatera Selatan, M Yusuf Malaya, tampil sebagai motor konsolidasi lintas ormas. Melalui pertemuan silaturahmi yang melibatkan Forum Cakar Sriwijaya Sumsel, Pemuda Pancasila, dan Harimau Sumatra Bersatu, ia menegaskan bahwa ormas harus menjadi kekuatan pemersatu, bukan pemicu kegaduhan.

“Palembang bukan arena adu kekuatan. Tidak ada ruang bagi kekerasan. Ormas harus menjadi bagian dari solusi sosial, bukan sumber kegaduhan,” tegas Yusuf Malaya.

Menurutnya, perbedaan atribut, bendera, dan identitas organisasi tidak boleh dijadikan alasan untuk memecah persatuan. Justru dalam keberagaman itulah tanggung jawab moral ormas diuji—untuk menjaga ketenangan masyarakat dan stabilitas kota.
Ia juga menekankan pentingnya penegakan hukum tanpa kompromi terhadap siapa pun yang mencoreng nama baik organisasi dan mengganggu ketertiban umum.

“Jika ada oknum yang mencoreng nama ormas dan mengganggu ketertiban umum, proses hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” ujarnya.
Komitmen tersebut mendapat dukungan dari organisasi yang hadir. Ketua Forum Cakar Sriwijaya Sumsel menilai kesepakatan lintas ormas ini sebagai garis tegas agar tidak ada lagi gesekan di lapangan.

“Kami sepakat, Palembang harus aman. Tidak boleh ada konflik antarormas,” katanya.

Ormas Harimau Sumatra Bersatu juga menegaskan kesiapan mereka membangun sinergi nyata dalam kegiatan sosial, pengawasan kebijakan publik, serta pengamanan lingkungan.

“Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Panglima PMPB Sumatera Selatan, Mang Zai, menegaskan bahwa seluruh struktur PMPB hingga tingkat bawah siap mengawal keputusan pimpinan dan memastikan tidak ada anggota yang bertindak di luar garis komando.

“PMPB solid satu komando. Saya tegaskan, tidak ada anggota yang boleh bertindak arogan atau memancing konflik. Jika ada yang melanggar, kami tindak tegas dari dalam sebelum aparat turun,” kata Mang Zai.

Menurut Mang Zai, ormas harus hadir sebagai kekuatan moral dan sosial yang memberi rasa aman bagi masyarakat, bukan sebaliknya.

“Kami hadir untuk menjaga Palembang tetap damai dan bermartabat. Siapa pun yang mencoba merusak persatuan, akan berhadapan dengan sikap tegas kami,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, seluruh ormas menyepakati empat komitmen utama:
Menolak segala bentuk bentrokan dan kekerasan antarormas.

Mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.
Bersinergi menjaga kondusivitas kota dan ketertiban umum.

Mendukung penegakan hukum terhadap oknum yang mencoreng nama baik ormas.
Pertemuan lintas ormas ini dinilai sebagai langkah preventif strategis untuk mencegah potensi konflik sosial di kota besar seperti Palembang. Lebih dari sekadar pertemuan, konsolidasi ini menjadi pesan kuat bahwa ketegasan sikap, kedewasaan organisasi, dan komitmen kolektif adalah fondasi utama dalam merawat harmoni kota.

(Bro Adi)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *