Palembang — updaterakyat.com Semangat kebangkitan Tarung Derajat di Sumatera Selatan menguat. Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru secara resmi mengukuhkan dan melantik kepengurusan Cabang Olahraga (Cabor) Tarung Derajat tingkat provinsi serta kabupaten/kota se-Sumsel, Sabtu (7/2/2026), di Hotel Swarna Dwipa, Palembang.
Momentum ini bukan sekadar seremoni organisasi. Lebih dari itu, pengukuhan kepengurusan menjadi titik awal untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus menghidupkan kembali kejayaan Tarung Derajat di Bumi Sriwijaya.
Dalam arahannya, Herman Deru menegaskan bahwa Tarung Derajat bukan hanya soal teknik bela diri dan kekuatan fisik. Ia melihat Tarung Derajat sebagai ruang pembentukan karakter, mentalitas, dan akhlak generasi muda.
“Tarung Derajat mengajarkan kedisiplinan, ketangguhan, sportivitas, dan etika. Ini bukan hanya tentang menang di arena, tetapi tentang membentuk manusia yang berkarakter,” ujar Herman Deru.
Ia mengingatkan filosofi “ilmu padi” yang melekat dalam Tarung Derajat—bahwa semakin tinggi ilmu seseorang, semakin rendah hati sikapnya.
Menurut Herman Deru, ukuran bela diri sejati bukan pada seberapa keras serangan, melainkan pada kemampuan mengendalikan diri dan menjaga kehormatan.
Di hadapan para pengurus dan atlet, Herman Deru juga mengapresiasi keberagaman latar belakang anggota Tarung Derajat yang tetap mampu bersatu dalam semangat olahraga.
“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk dikelola menjadi kekuatan,” katanya.
Ia berharap kepengurusan baru mampu bekerja profesional, solid, dan berkelanjutan dalam membina atlet. Dengan tata kelola organisasi yang baik, Herman Deru optimistis Tarung Derajat Sumsel mampu melahirkan atlet berprestasi hingga level nasional.
Jejak Sejarah dan Misi Kebangkitan
Ketua Pengprov Tarung Derajat Sumsel, Imam Mustakim ST, MT, menyebut Tarung Derajat telah berdiri sejak 1972 dan pada 2026 genap berusia 54 tahun. Cabang olahraga ini pernah mencapai masa kejayaan, termasuk tampil di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2004.
“Tarung Derajat pernah berjaya, tetapi pembinaannya sempat melemah. Sekarang saatnya bangkit kembali,” ujar Imam.
Ia menegaskan bahwa Tarung Derajat merupakan cabang olahraga di bawah KONI dan terpisah dari HIMSSI. Saat ini, kepengurusan Tarung Derajat telah terbentuk di 17 kabupaten/kota di Sumsel dan akan segera dilantik di masing-masing daerah.
Bela Diri Full Contact, Pembinaan Berbasis Satlat
Sekretaris Umum Tarung Derajat Sumsel, Asep Adiyanto, menjelaskan bahwa Tarung Derajat memiliki karakter berbeda dibanding bela diri lainnya seperti silat atau taekwondo.
“Tarung Derajat adalah full contact body. Pukulan ke kepala dan tendangan dari pinggang hingga kepala diperbolehkan. Inilah ciri khasnya,” jelas Asep.
Di Kota Palembang, terdapat empat satuan latihan (satlat), yakni di KONI Palembang, Komperta Plaju, Gandus, dan SMK Swakarya Palembang. Untuk bergabung, calon atlet cukup datang dengan niat berlatih dan perlengkapan sederhana.
“Biaya pendaftaran Rp50 ribu dan iuran bulanan Rp100 ribu,” ungkapnya.
Ia optimistis Tarung Derajat dapat menjadi cabang olahraga unggulan di Sumatera Selatan sekaligus penyumbang medali emas pada berbagai ajang kejuaraan.
“Kami yakin Tarung Derajat bisa menjadi lumbung prestasi bagi Sumsel,” pungkasnya.
Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang serta Anggota DPD RI dr. Hj. Ratu Tenny Leriva.
(Bro Adi)












