Updaterakyat.com, Palembang– Sopir truck angkutan ikan dari luar Sumatera keluhkan pungli di pasar ikan Jakabaring, bertahun tahun tak kunjung reda, pungli tersebut dilakukan oleh jaringan Yanto cs (Yanto, Sindy, Vijay). Adapun modus yang dilakukannya ialah uang ampera dan uang kopi, dengan cara menekan sopir di lapangan parkir dekat dermaga Pasar Ikan Jakabaring.
Jaringan ini telah bertahun tahun berjalan melakukan pungli di pasar ikan jakabaring, tapi seakan tidak tercium oleh aparat penegak hukum Polda Sumsel. Padahal sudah nyata jaringan ini tidak memiliki legalitas yang jelas dari dinas terkait Kota Palembang maupun dari Kepala Pasar setempat. Hasil uang tersebut tidak ada setoran sama sekalu untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang, uang tersebut masuk ke kantong mereka pribadi.
Para pedagang berharap dengan adanya pergantian Kepala pasar yang jelas dan resmi mendapat surat tugas dari pihak pemerintah Kota Palembang, pungli tersebut sudah tidak ada lagi
“Kami berharap dengan adanya pergantian Kepala pasar sekarang ini, pungli tersebut sudah tidak ada lagi. Sebab kasian dengan para sopir dari luar Sumatera, mereka dipinta Rp40 ribu bahkan lebih dalam satu mobil oleh mereka saat parkir didalam pasar. Dalam satu malam, jaringan itu lebih dari satu juta dapat uang, tapi anehnya, jaringan itu sudah hampir 10 tahun berjalan, tapi tidak tercium oleh aparat penegak hukum,” kata HS salah satu pedagang ikan, Kamis (30/10/2025)
Disampaikannya, bahwa jaringan tersebut tidak gampang untuk dihentikan. Karna merasa mereka kuat dan sudah bertahun tahun melakukan pungli tersebut.
“Langkah langkah yang diambil Kepala pasar yang baru sudah sangat tepat dan bagus, dimulai dari membangun Pos hingga penerangan lampu jalan yang dipasang 6 tiang, tapi untuk menghentikan pungli berlapis itu sepertinya sangat sulit, harus melibatkan aparat penegak hukum Polda Sumsel,” tuturnya.
Diwaktu yang berbeda, salah satu sopir truck Ono mengungkapkan bahwa setiap masuk pasar ikan, Ia harus mengeluarkan uang sebesar Rp250 ribu.
“Sebenarnya kami sangat keberatan mas bayar parkir sebesar itu, tapi kalau tidak dikasih mereka bentak bentak kami, apalagi yang namanya Yanto itu, intinya kami cari aman saja mas, karna kami sering bongkar disini, dari pada terjadi apa apa dengan kami,” tukasnya. (Benni)
















